Pages

Sabtu, 12 Februari 2011

AKU DAN PERASAAN INI

kini malam kian gelap ku rasa di antara setia ku
bersembunyi di balik wajah terangmu semakin gelisah ku

ku pejam sejenak mata ini terngiang sedikit syahdu tentangmu
tentang masa yg punah bersama indah

entah mengapa suara itu terus membisik saat ku sendiri
bisikan terakhir kau di sana

hanya aku sia2kan waktu
kebodohan ku sangat tak berarti

sungguh semu bidadari dalam mimpi q kira kau mampu mengganti
malang kau pun pergi

bersembunyi di balik tangis langkah ku terhenti dihatimu
laknat benar aku ini

sia2kan kau yg terlahir dalam lembut yg mncinta dgn sempurna
bukan cinta jika aku merengek dengan sedikit tangis menepis bahwa tak cintai ini

apakah kau mengerti apakah ini?
rasakan jarak antara kamu dan kau

Tak kumiliki lagi yang sepertimu
Tuk kedua kali ..

Tiada harapan lagi sejak kau tiada
Tinggalkan aku ..

Apakah mungkin harapan mati yang kuharapkan
Sejak kau pergi . .
Apakah mungkin
Semua t’lah berakhir ..

Tak pernah terlupakan
Indah raut wajahmu ..
Tak akan mampu hilang
Cinta tulus darimu ..

Sejak kau tiada ..
Menutup kenangan antara kita
Tak mungkin ada harapan lagi
Kau tak tergantikan ..

Sejak kau tiada
Menutup kenangan antara kita

Hati yang pernah singgah
Rasa cinta yang dulu pernah ada
Mungkin takkan bisa hilang
Hingga terkubur jauh direlung jiwa

Rasa sakit inipun takkan pernah mati
Karna kalian tega mengkhianati
Kasih yang slama ini aku beri
Bahkan oleh kakakku sendiri

Mulai kini putus sudah ikatan kita
Takkan lagi ada rangkaian cerita
Terbersik diri ini ’tuk melihat wajahmu kini tak pernah ada
Karna kalian tlah tega
Menusukku dari belakang hingga tembus tepat didada

Tuhan! Semoga apa yang kurasa mereka juga merasakannya
Lebih dari sakit yang kurasa
Karena mereka tega menyakiti hatiku seperti ini
Luka yang mereka ukir
Tlah menggores luka dihidupku slama ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar